Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bab 1

Archive404 [01/10] Kedatangan Di Desa Waringin

Gambar
Bab 1 – Kedatangan di Desa Waringin Tahun 1983, di tengah kabut pagi yang pekat dan udara lembap khas pedesaan Jawa Timur, sebuah truk kayu tua berwarna hijau berhenti di tepi jalan berbatu yang sepi. Dari dalamnya, turun seorang pria muda bernama Raka, berusia dua puluh tujuh tahun, dengan ransel besar di punggung dan wajah kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari kota. Desa yang ia tuju bernama Desa Waringin, sebuah desa terpencil yang tidak tercantum di sebagian besar peta. Ia datang ke sana untuk urusan pekerjaan sebuah penelitian lapangan tentang kebiasaan pertanian tradisional namun juga karena ingin menjauh dari hiruk-pikuk kota setelah kehilangan ibunya tiga bulan sebelumnya. Ketika ia melangkah di jalan setapak yang dikelilingi sawah luas dan pepohonan randu tua, hawa dingin menembus sampai ke tulang. Kabut menutupi pandangan, membuat Raka nyaris tak bisa melihat lebih dari sepuluh meter ke depan. Suara jangkrik dan sesekali lolongan anjing terdengar jauh di balik ka...

Archive404 [01/10] : Pindah Ke Gang Sepi

Gambar
  Sinopsis; Sebuah keluarga pindah ke rumah tua di ujung gang yang lama tak berpenghuni. Sejak malam pertama, mereka dihantui suara langkah, bayangan, dan bisikan misterius. Buku harian usang yang ditemukan membuka rahasia kelam rumah itu kisah tragis yang membuat arwah penghuni lamanya tak pernah tenang. Mereka harus mengungkap kebenaran sebelum terlambat, atau justru menjadi bagian dari kegelapan yang mengintai di dalamnya. - - - Bab 1 – Pindah ke Gang Sepi Udara sore itu berat dan lembap, seakan menyimpan sesuatu yang tak kasat mata. Arman menatap rumah tua di ujung gang sempit itu dengan perasaan bercampur antara lega karena akhirnya punya tempat tinggal baru, dan aneh, karena ada sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri sejak pertama kali melihat bangunan itu. Rumah itu besar, dua lantai, dindingnya kusam dipenuhi lumut, catnya mengelupas, dan jendela-jendela kayunya tampak seperti mata kosong yang mengawasi. Di atas atap, genteng-genteng tua berderak diterpa angin ...