Archive404 [06/10] Rahasia Buku Tua

Bab 6 Rahasia Buku Tua


Hari keenam di rumah itu, Arman memutuskan untuk memberanikan diri menjelajahi setiap sudut rumah. Loteng, lorong, dan ruang bawah tangga kini menjadi targetnya. Bau debu dan tanah basah terus mengikuti langkahnya, membuat setiap napas terasa berat.


Di ruang bawah tangga, ia menemukan sebuah lemari tua berwarna cokelat tua, tersembunyi di balik tirai kusam. Lemari itu terkunci, tetapi engselnya sudah berkarat. Dengan sedikit tenaga, Arman mendorong pintunya.


Di dalamnya, terdapat tumpukan buku dan catatan tua. Buku-buku itu tampak lusuh, kertasnya menguning dimakan waktu. Salah satu buku menarik perhatiannya. Sampul kulitnya retak, dan tanpa judul.


Ia membuka buku itu dengan hati-hati. Halaman pertama berisi catatan tangan, tinta hitam memudar, tapi masih terbaca:


"Siapa pun yang memasuki rumah ini, kau harus tahu... rumah ini menyimpan dendamnya sendiri."


Arman membalik halaman demi halaman. Catatan itu bercerita tentang keluarga terakhir yang tinggal di rumah itu mereka menghilang secara misterius satu per satu. Tidak ada yang tahu sebabnya, hanya tersisa buku ini sebagai saksi bisu.


Di salah satu halaman, ada gambar denah rumah yang digambar tangan, lengkap dengan simbol aneh di tiap sudut. Simbol-simbol itu tampak seperti tanda peringatan atau ritual.


Tiba-tiba terdengar suara langkah berat dari lantai atas. Arman menelan ludah. Ia menutup buku dan berlari ke tangga. Lantai atas kosong, kamar-kamarnya tidak ada yang terbuka. Namun, di salah satu kamar, tirai jendela bergerak perlahan meski angin dari luar tak ada.


Maya yang baru turun dari kamar anak mereka melihat wajah suaminya pucat. “Apa yang kamu temukan?”


Arman hanya menggenggam buku itu erat, tubuhnya gemetar. “Rahasia rumah ini… lebih gelap dari yang kita kira.”


Malamnya, suara-suara aneh semakin intens. Langkah kaki di loteng, bisikan lembut dari lorong, dan terkadang Nisa berbicara sendiri kepada bayangan yang tak terlihat.


Arman membuka buku tua itu lagi. Di halaman terakhir, tertulis peringatan yang membuat darahnya membeku:


"Mereka yang mencoba mengetahui semua rahasia rumah ini, akan menjadi bagian dari rumah itu sendiri."


Dan untuk pertama kalinya, Arman menyadari bahwa pengetahuan tentang rumah ini bukanlah sesuatu yang membebaskan tetapi mengikatnya ke dalam kegelapan yang lebih dalam.


BERSAMBUNG...

➡️Bab Sebelumnya Di Sini

Bab selanjutnya [ SEGERA HADIR ]


-Archive404, Agus Salim 


Donasi Lokal ( IDR )

Saweria

Donasi Global ( USD )

Paypal


- - -


Semua koleksi kaos Archive404 

Tersedia Di Sini


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Archive404 [01/10] : Pindah Ke Gang Sepi

Archive404 [00/10] : Pocong Di Ujung Sawah.

Archive404 [05/10] Bayangan Di Lorong