Archive404 [01/10] : Pindah Ke Gang Sepi
Sinopsis;
Sebuah keluarga pindah ke rumah tua di ujung gang yang lama tak berpenghuni. Sejak malam pertama, mereka dihantui suara langkah, bayangan, dan bisikan misterius.
Buku harian usang yang ditemukan membuka rahasia kelam rumah itu kisah tragis yang membuat arwah penghuni lamanya tak pernah tenang.
Mereka harus mengungkap kebenaran sebelum terlambat, atau justru menjadi bagian dari kegelapan yang mengintai di dalamnya.
- - -
Bab 1 – Pindah ke Gang Sepi
Udara sore itu berat dan lembap, seakan menyimpan sesuatu yang tak kasat mata. Arman menatap rumah tua di ujung gang sempit itu dengan perasaan bercampur antara lega karena akhirnya punya tempat tinggal baru, dan aneh, karena ada sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri sejak pertama kali melihat bangunan itu.
Rumah itu besar, dua lantai, dindingnya kusam dipenuhi lumut, catnya mengelupas, dan jendela-jendela kayunya tampak seperti mata kosong yang mengawasi. Di atas atap, genteng-genteng tua berderak diterpa angin sore, seolah merintih.
“Iyah, kita sampai juga,” ujar Arman kepada istrinya, Maya, yang sedang menggendong putri kecil mereka, Nisa.
Maya mengangguk pelan, matanya meneliti bagian depan rumah. Ada rasa enggan yang tak bisa ia sembunyikan. “Rumahnya… tua sekali, Man. Kamu yakin ini pilihan terbaik?”
Arman tersenyum tipis, lebih sebagai usaha menenangkan dirinya sendiri ketimbang istrinya. “Harganya murah, Sayang. Dan letaknya dekat kota. Lagipula, hanya sementara. Sampai kita cukup tabungan.”
Tapi di dalam hati, Arman tahu ada sesuatu yang salah. Agen properti yang menjual rumah ini terlalu cepat mengiyakan harga tawarannya. Bahkan saat ia menanyakan sejarah rumah itu, agen hanya menjawab singkat: “Rumah ini sudah lama kosong. Tidak ada yang mau tinggal di sini.”
Mereka masuk ke dalam. Bau apek langsung menyeruak, campuran debu, kayu lapuk, dan sesuatu yang sulit dijelaskan seperti bau tanah basah bercampur darah karat.
Lorong depan panjang dan gelap, meski sore hari masih cukup terang di luar. Lantai kayunya berderit di setiap langkah. Di dinding, tergantung cermin besar yang retak di ujungnya. Nisa, yang biasanya cerewet, tiba-tiba terdiam. Matanya menatap ke arah cermin itu, seakan melihat sesuatu yang tidak dilihat orang tuanya.
“Kenapa, Nak?” Maya bertanya sambil mengelus kepala anaknya.
Nisa menunjuk ke arah cermin. “Ada… tante.”
Arman langsung merinding. Ia menoleh cepat, tapi yang ada hanya bayangan mereka bertiga, samar oleh retakan kaca.
“Sudah, jangan ditakut-takutin, Nisa. Itu cuma bayangan kita,” ucap Arman, berusaha menenangkan. Tapi Maya bisa melihat keringat dingin yang mulai muncul di pelipis suaminya.
Mereka melanjutkan ke ruang tamu. Kursi-kursi tua masih ada di sana, tertutup kain putih penuh debu. Sudut ruangan dipenuhi sarang laba-laba. Dan di langit-langit, gantungan lampu kristal berayun pelan, padahal tak ada angin.
Arman mencoba bersikap normal. Ia menurunkan koper, menepuk-nepuk debu dari sofa, lalu duduk. “Kita akan baik-baik saja. Butuh waktu saja untuk membiasakan diri.”
Namun, saat itu juga, terdengar suara keras dari lantai dua. Seperti kursi yang diseret. Panjang, berderit, lalu berhenti.
Maya langsung menggenggam lengan Arman. “Kamu dengar?”
Arman menatap ke atas. Lantai dua gelap, hanya bayangan tiang tangga terlihat. Hatinya berdegup kencang, tapi ia tersenyum paksa. “Mungkin tikus. Rumah tua, pasti banyak hewan.”
Nisa mulai menangis. Suaranya pelan, tapi cukup membuat rumah itu semakin terasa mencekam.
Di luar, matahari mulai tenggelam. Gang itu sunyi, tak ada anak-anak bermain, tak ada tetangga keluar masuk. Hanya rumah tua itu yang berdiri di ujung, seakan terpisah dari dunia luar.
Dan di saat senja berubah menjadi malam, keluarga kecil itu tak sadar bahwa mereka baru saja membuka pintu ke sesuatu yang seharusnya tetap terkunci.
Bersambung...
➡️ Bab Selanjutnya Di Sini
-Archive404, Agus Salim
- - -
Dukungan lokal ( IDR )
Dukungan Global ( USD )
- - -
Koleksi pakaian Archive404
➡️ Teepublic ⬅️
Tersedia Bermacam Warna Dan Ukuran
S/M/L/XL -XXXXXL
Link Pembeliannya Di Sini
Tersedia Bermacam Warna Dan Ukuran
S/M/L/XL -XXXXXL
Link Pembeliannya Di Sini



Komentar
Posting Komentar